Antam Usul Semua Penjual Emas Wajib Laporkan Transaksi ke DJP
Antam Dorong Kewajiban Pelaporan Transaksi Emas Berlaku untuk Semua Penjual
Tajuknusa.com – PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengusulkan kewajiban pelaporan transaksi penjualan emas dan perak kepada Direktorat Jenderal Pajak (DJP) diterapkan kepada seluruh pelaku usaha dalam perdagangan emas. Usulan itu muncul di tengah penerapan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 8 Tahun 2026 yang mewajibkan Antam menyampaikan data penjualannya.
Direktur Utama Antam Untung Budiharto menyampaikan pandangan tersebut dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi XII DPR RI di kompleks parlemen Senayan, Jakarta, Selasa, 19 Agustus 2026. Antam menilai keseragaman kewajiban menjadi unsur penting agar pengawasan perdagangan emas berlangsung menyeluruh, tidak hanya bertumpu pada satu perusahaan atau kelompok usaha tertentu.
“Kami membutuhkan dukungan dari Komisi XII untuk penyamarataan kewajiban ILAP (instansi pemerintah, lembaga, asosiasi, dan pihak lain) kepada seluruh pemain dalam ekosistem perdagangan emas sebagai bagian dari upaya membangun tata kelola perdagangan emas nasional yang transparan, tertib, dan menyeluruh,” ujar Untung.
Transparansi dan Persaingan yang Setara
Antam menyatakan mendukung aturan yang mengharuskan perusahaan melaporkan data transaksi kepada DJP. Bagi perseroan, transparansi perdagangan serta pemenuhan ketentuan perpajakan merupakan bagian dari praktik tata kelola industri yang baik.
“Pada prinsipnya Antam mendukung kebijakan ini, karena transparansi transaksi dan kepatuhan perpajakan merupakan bagian penting dari tata kelola industri yang baik,” kata Untung.
Meski demikian, Antam meminta pelaksanaan aturan tersebut dirancang dengan prinsip kesetaraan. Kewajiban pelaporan ILAP diharapkan tidak berhenti pada Antam dan anak usahanya, melainkan juga mencakup toko emas, pedagang, dan pihak lain yang menjalankan transaksi dalam ekosistem perdagangan emas nasional.
Kesetaraan aturan dinilai relevan karena pasar emas Indonesia terdiri atas banyak kanal penjualan. Konsumen dapat membeli emas melalui butik resmi, toko emas, maupun pedagang lainnya. Apabila ketentuan administrasi hanya berbeda pada sebagian penjual, pilihan konsumen dapat berubah dan menimbulkan perbedaan kondisi persaingan antarpenyedia produk.
Risiko Pergeseran ke Kanal Kurang Tercatat
Untung menyebut penjualan emas Antam belakangan menunjukkan tren penurunan. Salah satu perhatian perseroan ialah penerimaan pasar terhadap kewajiban ILAP. Sebagian pembeli berpotensi merasa keberatan jika transaksi di kanal resmi mensyaratkan pelaporan yang tidak berlaku di tempat lain.
“Terdapat potensi konsumen yang merasa keberatan kemudian mengalihkan transaksi dari butik resmi Antam ke toko atau pedagang emas lainnya yang tidak memiliki kewajiban pelaporan yang sama,” ujar Untung.
Perpindahan transaksi tersebut, apabila terjadi, bukan hanya dapat memengaruhi penjualan Antam. Dampak yang lebih luas adalah kemungkinan bergesernya perdagangan dari saluran formal dan terdokumentasi menuju kanal yang mekanisme pengawasannya belum tentu setara.
Dalam konteks ini, pelaporan transaksi memiliki fungsi lebih luas daripada pemenuhan administrasi. Data yang terdokumentasi dapat membantu menciptakan gambaran perdagangan yang lebih tertib, sekaligus mendukung pengawasan perpajakan secara konsisten di berbagai bagian rantai pasok emas.
“Emas Indonesia tidak hanya menjadi komoditas yang diperdagangkan, tetapi mampu memberikan nilai tambah penerimaan negara dan penguatan industri nasional,” tutur Untung.
Pasokan Emas Indonesia pada 2025
Antam mencatat total pasokan emas Indonesia sepanjang 2025 mencapai 259,23 ton. Angka tersebut menunjukkan bahwa sumber emas nasional tidak hanya berasal dari satu jalur produksi, tetapi juga dari impor, pertambangan rakyat, serta pasar scrap atau emas daur ulang.
Dari total pasokan itu, 63,95 ton berasal dari impor. Produksi melalui izin usaha pertambangan (IUP) menyumbang 81 ton, sedangkan produksi artisanal atau tambang rakyat tercatat 105,89 ton. Pasar scrap memberikan tambahan pasokan sebesar 8,4 ton.
Untuk distribusinya, sebanyak 109,02 ton emas dialokasikan ke pasar ekspor. Pasar primer emas logam mulia menyerap 70,1 ton, sementara 80,11 ton masuk ke pasar emas non-logam mulia. Komposisi tersebut memperlihatkan pentingnya pengelolaan perdagangan yang mampu menjangkau berbagai jenis produk, sumber pasokan, dan tujuan penjualan.
Pasar emas logam mulia umumnya berkaitan dengan produk investasi atau simpanan dalam bentuk emas batangan. Sementara itu, pasar non-logam mulia dapat mencakup kebutuhan perdagangan emas di luar kategori tersebut. Perbedaan jalur pasar ini menambah alasan perlunya tata kelola yang jelas dan penerapan kewajiban yang konsisten.
Laba Antam Semester I 2026 Meningkat
Di sisi kinerja keuangan, Antam mencatat laba bersih Rp6,91 triliun pada semester pertama 2026. Nilai tersebut tumbuh 34,4% dibandingkan laba bersih Rp5,14 triliun pada periode yang sama tahun 2025.
Pendapatan perseroan pada semester I 2026 mencapai Rp62,71 triliun, naik 6,3% dari Rp59,02 triliun setahun sebelumnya. Kenaikan laba yang lebih cepat daripada pertumbuhan pendapatan turut mendorong margin laba bersih Antam, dari sekitar 8,7% menjadi 11%.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Antam Arini Kasmira menyatakan perbaikan profitabilitas didukung efisiensi operasional. Perseroan juga berupaya mempertahankan mutu produksi dan volume penjualan, khususnya pada komoditas emas serta nikel.
Kinerja tersebut menjadi latar penting bagi pembahasan tata kelola transaksi emas. Bagi Antam, kepatuhan pelaporan perlu dipadukan dengan aturan yang berlaku merata agar tujuan transparansi, penerimaan negara, dan penguatan industri nasional dapat berjalan tanpa menciptakan perbedaan perlakuan di antara pelaku pasar.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Antam Usul Semua Penjual Emas Wajib?Antam Usul Semua Penjual Emas Wajib is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Antam Usul Semua Penjual Emas Wajib matter?Antam Usul Semua Penjual Emas Wajib matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.