5 Hari Hilang, Tim SAR Perhitungkan 5 Jurnalis Terbawa Arus Laut
Pencarian Delapan Orang di Selat Sunda Memasuki Hari Kelima
Tajuknusa.com – Operasi pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak di perairan Selat Sunda kembali diperluas pada Sabtu, 12 September 2026. Tim SAR gabungan turut mempertimbangkan kemungkinan speedboat Arupadhatu 1 terdorong arus hingga keluar dari Selat Sunda dan bergerak menuju kawasan Samudra Hindia.
Kedelapan orang itu belum diketahui keberadaannya sejak berangkat dari Carita, Pandeglang, pada Senin, 7 September 2026. Mereka menggunakan speedboat untuk melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau di kawasan Selat Sunda.
Komandan KP Sanjaya, AKBP Capt Sherly Anggraini, menyampaikan bahwa arah angin serta pergerakan arus menjadi unsur penting dalam menentukan perluasan area pencarian. Kondisi tersebut memungkinkan kapal bergerak menjauh dari titik awal pelayaran apabila terdorong arus yang keluar dari Selat Sunda.
"Iya, kemungkinan itu ada. Jadi memang kalau kita lihat pergerakan arus dan anginnya, itu kan keluar dan ke arah masuk area perairan itu atau tidak. Nah, kemungkinan itu juga ada," ujar Sherly.
Area Pencarian Berpotensi Meluas
Kemungkinan kapal terbawa ke arah laut lepas membuat tim perlu memasukkan wilayah yang lebih luas ke dalam perhitungan pencarian. Penentuan sektor operasi tidak hanya berfokus di sekitar kepulauan dan perairan Selat Sunda, tetapi juga memperhatikan jalur yang mungkin dilalui speedboat apabila hanyut mengikuti arus.
Harapan lain datang dari kapal-kapal niaga yang melintasi jalur pelayaran di sekitar Selat Sunda. Informasi mengenai speedboat yang hilang telah disampaikan melalui radio maritim agar awak kapal yang melihat atau menemukan petunjuk dapat segera melapor kepada petugas.
"Harusnya akan ditemukan oleh kapal-kapal niaga karena informasi ini juga disebarkan melalui radio maritim kepada kapal-kapal yang melintas, kalau ada kapal melihat kapal tersebut di sekitar perairan," kata Sherly.
Penyebaran informasi kepada kapal yang melintas menjadi bagian penting dari pencarian di laut. Area perairan yang luas dan perubahan kondisi cuaca maupun arus dapat menyulitkan pemantauan dari satu titik, sehingga laporan dari pelaut di sekitar jalur pelayaran berpotensi membantu mempersempit pencarian.
Perangkat Darurat Menjadi Faktor Penting
Operasi akan menghadapi tantangan lebih besar apabila Arupadhatu 1 tidak dilengkapi perangkat penentu posisi atau pemancar darurat. Untuk perjalanan laut dengan jarak yang lebih jauh, perlengkapan navigasi dan keselamatan menjadi elemen penting karena dapat membantu kapal memberi tanda ketika menghadapi keadaan darurat.
Sherly belum dapat memastikan kelengkapan alat keselamatan yang ada di speedboat tersebut. GPS diperkirakan lazim digunakan untuk pelayaran, tetapi keberadaan perangkat khusus yang dapat memancarkan lokasi saat darurat masih belum diketahui.
"Harusnya kalau sudah perjalanan jarak jauh, kemungkinan GPS mereka pasti dilengkapi dengan GPS. Tapi untuk alat pemosisian pada saat keadaan darurat itu mungkin tidak ada," ujarnya.
Dua perangkat yang dapat membantu pencarian adalah Emergency Position Indicating Radio Beacon atau EPIRB serta Search and Rescue Transponder atau SART. EPIRB mengirimkan sinyal bahaya guna membantu menunjukkan posisi kapal. Sementara SART mendukung tim pencari dalam mendeteksi keberadaan objek saat operasi SAR berlangsung.
Keberadaan perangkat semacam itu sangat berarti karena memberi petunjuk lokasi yang lebih spesifik. Tanpa sinyal darurat, petugas perlu mengandalkan penyisiran langsung, analisis arus, kondisi angin, informasi pelayaran, serta kemungkinan lokasi kapal berada di sekitar pulau atau perairan terbuka.
"Harusnya sesuai standar keselamatan pelayaran itu harus ada. Tapi tidak tahu untuk kapal Arupadhatu ini punya atau tidak untuk kelengkapan itu seperti SART atau EPIRB untuk pemosisian ketika kita dalam keadaan darurat," kata Sherly.
Apabila perangkat tersebut tidak tersedia atau tidak berfungsi, pencarian harus dilakukan melalui sejumlah perkiraan wilayah. Tim dapat menyisir titik-titik yang dinilai memungkinkan menjadi jalur hanyut kapal maupun lokasi kapal bertahan setelah kehilangan komunikasi.
"Kalau tidak dilengkapi, agak sedikit sulit kita mencari. Jadi seperti ini kita turunkan tim untuk mencari, mencoba mencari di kemungkinan-kemungkinan daerah, apakah di sekitar kepulauan ataupun di perairan di sekitarnya," tuturnya.
14 Armada dan Peralatan Pendeteksi Dikerahkan
Pada hari kelima operasi, tim SAR gabungan mengerahkan 14 armada untuk memperluas cakupan pencarian. Berbagai perangkat pendukung juga digunakan, termasuk drone dan kamera termal, guna membantu pemantauan di wilayah yang sulit dijangkau melalui pengamatan biasa.
Penggunaan teknologi tersebut melengkapi pencarian langsung oleh personel di laut. Kamera termal dapat membantu mendeteksi perbedaan suhu pada objek tertentu, sedangkan drone memberi jangkauan pandang tambahan dari udara. Namun hingga operasi berlangsung pada Sabtu, belum ada tanda yang memastikan posisi delapan orang yang hilang.
Tim tetap melanjutkan pencarian dengan harapan memperoleh kabar baik pada hari-hari berikutnya.
"Kita masih berbaik sangka walaupun ini sudah hari kelima. Mudah-mudahan di hari-hari selanjutnya mendapatkan kabar baik," kata Sherly.
Identitas Penumpang Speedboat Arupadhatu 1
Lima jurnalis yang berada di dalam speedboat adalah M Bagus Khoirunnas, Ari Basuki, Yudistiro, Daus, dan Donal. Mereka berangkat bersama tiga awak kapal, yaitu Warta, Surakman, dan Heriyanto.
Hingga Sabtu, 12 September 2026, kedelapan orang tersebut masih belum ditemukan. Pencarian terus diarahkan pada kemungkinan lokasi di sekitar kepulauan, perairan Selat Sunda, jalur pelayaran yang dilintasi kapal niaga, hingga area yang berpotensi mengarah keluar menuju Samudra Hindia.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is 5 Hari Hilang Tim SAR Perhitungkan 5?5 Hari Hilang Tim SAR Perhitungkan 5 is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does 5 Hari Hilang Tim SAR Perhitungkan 5 matter?5 Hari Hilang Tim SAR Perhitungkan 5 matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.