BPS Potret Dampak Ekonomi MotoGP Mandalika 2026
Tajuknusa.com – BPS Potret Dampak Ekonomi MotoGP Mandalika 2026 melalui Survei Kajian Dampak Event MotoGP 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) melakukan pengukuran khusus untuk melihat pengaruh ajang balap internasional tersebut terhadap aktivitas ekonomi di Nusa Tenggara Barat (NTB) maupun wilayah lain di Indonesia.
MotoGP Mandalika berlangsung pada 9-11 Oktober 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok Tengah, NTB. Indonesia sendiri telah menjadi tuan rumah kejuaraan MotoGP sejak 2022. Kehadiran event ini dinilai memiliki keterkaitan dengan banyak sektor, termasuk akomodasi, makanan dan minuman, transportasi, perdagangan, pariwisata, serta ekonomi kreatif.
Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan, pendataan tidak hanya dilakukan untuk mengetahui jumlah penonton yang datang ke Mandalika. Survei tersebut juga menghimpun informasi mengenai lama kunjungan dan pola belanja wisatawan, baik wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara.
“BPS melakukan pendataan di kawasan Mandalika bukan sekadar untuk menghitung berapa banyak penonton yang hadir, melainkan juga mengukur lama tinggal serta pola pengeluaran wisatawan, baik mancanegara maupun domestik,” ujar Amalia, Sabtu (9/10/2026).
Dampak MotoGP Menjangkau Sektor dan Wilayah Lain
Dalam kajian BPS Potret Dampak Ekonomi MotoGP Mandalika, manfaat ekonomi ajang ini tidak dipandang berhenti di sekitar sirkuit atau hanya di Kabupaten Lombok Tengah. Kunjungan wisatawan berpotensi meningkatkan kegiatan ekonomi di destinasi lain di NTB, seperti Gili Tramena, Desa Wisata Sade, dan Senggigi.
Pergerakan penonton juga melibatkan pelaku usaha dari sejumlah daerah. Perjalanan wisatawan dari Bali dan Surabaya, penggunaan kendaraan sewa, penyeberangan dengan kapal feri, pemesanan hotel, hingga pembelian makanan, minuman, dan merchandise menjadi bagian dari aktivitas yang diperhatikan dalam analisis tersebut.
Menurut Amalia, BPS mengukur keterkaitan antarwilayah untuk mengetahui seberapa luas MotoGP menggerakkan berbagai sektor ekonomi. Dengan pendekatan itu, dampak sebuah event internasional dapat dilihat tidak hanya dari keramaian di lokasi perlombaan, tetapi juga dari rantai ekonomi yang terbentuk sebelum, selama, dan setelah penyelenggaraan kegiatan.
Survei Pengunjung dan Pelaku Usaha
BPS melakukan survei terhadap pengunjung selama tiga hari pelaksanaan MotoGP, yakni 9-11 Oktober 2026. Metode purposive sampling digunakan untuk mengumpulkan data tentang karakteristik pengunjung, lama tinggal, pendapatan, serta pola pengeluaran wisatawan domestik dan mancanegara.
Selain pengunjung, BPS juga menyurvei pelaku usaha, termasuk UMKM dan usaha terpilih, pada Oktober hingga November 2026. Pendataan pelaku usaha memakai probability sampling dengan pendekatan stratified random sampling berdasarkan lapangan usaha. Informasi yang dikumpulkan meliputi struktur pendapatan, pengeluaran, dan penyerapan tenaga kerja, termasuk perbandingan kondisi usaha sebelum serta selama event berlangsung.
Cakupan usaha yang menjadi perhatian cukup luas. Pada sektor akomodasi, pendataan mencakup hotel berbintang, hotel nonbintang, dan homestay. Sektor lain yang dikaji meliputi usaha kuliner, penjualan suvenir dan produk kriya, transportasi, jasa keuangan, layanan kesehatan, serta berbagai jasa pariwisata.
Data Pendukung dan Rencana Publikasi Kajian
Hasil Survei Kajian Dampak Event MotoGP 2026 akan dilengkapi dengan data administratif dari sejumlah pihak, antara lain InJourney, PT Angkasa Pura, ASDP, asosiasi perhotelan, dan hasil survei rutin BPS. Data tersebut digunakan sebagai pembanding untuk membaca perubahan aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan penyelenggaraan MotoGP Mandalika.
Pelaksanaan kajian ini didukung koordinasi lintas sektor yang melibatkan Pemerintah Provinsi NTB, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, serta pihak penyelenggara dan pengelola kegiatan, termasuk ITDC, Pertamina, dan Dorna Sports.
BPS Potret Dampak Ekonomi MotoGP Mandalika diharapkan memberikan gambaran yang lebih menyeluruh mengenai manfaat event olahraga internasional bagi daerah dan sektor usaha terkait. BPS berencana merilis Hasil Kajian Komprehensif Dampak Ekonomi MotoGP Mandalika 2026 kepada publik pada Maret 2027.
FAQ MotoGP Mandalika 2026
Apa yang diukur BPS dalam kajian MotoGP Mandalika?
BPS mengukur karakteristik pengunjung, lama tinggal, pendapatan, pola pengeluaran wisatawan, serta kondisi pendapatan, pengeluaran, dan penyerapan tenaga kerja pada pelaku usaha terkait.
Kapan survei pengunjung MotoGP Mandalika dilakukan?
Survei pengunjung dilakukan selama MotoGP Mandalika berlangsung, yaitu pada 9-11 Oktober 2026.
Kapan hasil kajian dampak ekonomi MotoGP Mandalika diumumkan?
BPS merencanakan publikasi Hasil Kajian Komprehensif Dampak Ekonomi MotoGP Mandalika 2026 pada Maret 2027.

