Suyudi Ario Seto, Perjalanan dari Brimob Banten hingga Puncak Polri
Tajuknusa.com – Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto kembali mengunjungi Lebak, Banten, tidak lama sesudah menjalankan amanah sebagai pimpinan tertinggi Kepolisian Negara Republik Indonesia. Kunjungan pada Minggu, 4 Oktober 2026, itu bersifat pribadi: ia berziarah ke makam kakek dan neneknya di TPU Kampung Lebak Picung, Kelurahan Cijoro Lebak, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak.
Bagi Regen Abdul Aris, mantan anggota Brimob yang kini duduk sebagai anggota DPRD Kabupaten Lebak, perjalanan Suyudi menuju jabatan kapolri memiliki arti khusus. Regen mengenal jejak awal penugasan Suyudi ketika perwira tersebut masih berada di lingkungan Brimob di wilayah Banten pada dekade 2000-an.
Regen, yang mengakhiri karier kepolisiannya pada 2024 sebelum terjun ke dunia politik, melihat Suyudi sebagai figur yang dibentuk oleh pengalaman bertugas dari lapangan. Dalam ingatannya, Suyudi memiliki perpaduan sikap rendah hati dan ketegasan dalam memimpin anggota.
“Orangnya humble dan tegas. Tegas ke anggota,” kata Regen, Minggu (4/10/2026).
Jejak awal di lingkungan Brimob
Pada era 2000-an, Suyudi pernah menjalankan tugas di Kompi Brimob wilayah Banten. Ketika itu, struktur Brimob Banten masih berada dalam lingkup Brimob Polda Jawa Barat. Masa tersebut menjadi salah satu bagian awal perjalanan profesionalnya sebelum kemudian menangani berbagai tugas strategis di kepolisian.
“Pokoknya 2000-an beliau di Kompi Brimob di sini, waktu masih Brimob Jabar, Banten-Jabar,” ujar Regen.
Bagi Regen, keberhasilan Suyudi mencapai posisi tertinggi di Korps Bhayangkara tidak dapat dilepaskan dari proses panjang yang telah dilalui. Karier kepolisian, khususnya bagi personel yang memulai penugasan dari lingkungan operasional, menuntut konsistensi, pengalaman, serta kemampuan menjalankan tanggung jawab pada setiap jenjang.
“Awal rintisan karier di Brimob itu tidak mudah,” katanya.
Regen mengaku merasa bangga karena rekannya yang pernah meniti tugas di Brimob kemudian dipercaya memimpin Polri. Ia memandang perjalanan itu sebagai gambaran bahwa karier seorang perwira dibangun melalui tahapan penugasan yang panjang, bukan melalui proses instan.
“Bangga saja karena karier awal dari Brimob, terus menjadi kapolri. Perjalanannya tidak mudah,” ujarnya.
Karier reserse dan jabatan strategis
Suyudi merupakan lulusan Akademi Kepolisian tahun 1994. Setelah melalui penugasan awal, sebagian besar perjalanan kariernya berkembang di bidang reserse, terutama di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Pengalaman tersebut membawanya menjalankan berbagai peran yang berkaitan dengan penanganan perkara dan kepemimpinan di satuan kepolisian.
Ia pernah menjabat sebagai Kapolsek Pasar Minggu, lalu menempati sejumlah posisi penting dalam lingkungan reserse. Kariernya berlanjut ketika dipercaya menjadi Kapolres Metro Jakarta Pusat pada 2017. Dua tahun setelahnya, pada 2019, ia mengemban jabatan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.
Setelah bertugas di Jakarta, Suyudi melanjutkan penugasan pada sejumlah jabatan strategis di Badan Reserse Kriminal Polri. Pada 2023, ia dipercaya sebagai Wakapolda Metro Jaya. Setahun berikutnya, ia ditugaskan menjadi Kapolda Banten dengan pangkat inspektur jenderal polisi atau jenderal bintang dua.
Penugasan di Banten menjadi salah satu fase penting sebelum ia beralih ke Badan Narkotika Nasional. Presiden Prabowo Subianto melantiknya sebagai Kepala BNN pada 25 Agustus 2025. Jabatan itu menempatkan Suyudi dalam tanggung jawab nasional terkait penanganan persoalan narkotika.
Disetujui DPR, dilantik sebagai kapolri
Karier Suyudi terus bergerak hingga jabatan kapolri dipercayakan kepadanya. DPR RI memberikan persetujuan dalam rapat paripurna pada Kamis, 1 Oktober 2026. Setelah itu, Presiden Prabowo Subianto melantik Suyudi sebagai kapolri untuk menggantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.
Posisi tersebut menempatkan Suyudi sebagai pemimpin institusi kepolisian yang memiliki ratusan ribu personel di berbagai daerah Indonesia. Latar belakangnya yang mencakup pengalaman Brimob, reserse, kepemimpinan kewilayahan, Bareskrim, hingga BNN menunjukkan rentang penugasan yang luas sebelum mencapai jabatan tertinggi di Polri.
“Bangganya itu karena dari awal kariernya dari Brimob sampai menjadi kapolri,” kata Regen.
Kunjungan Suyudi ke Lebak beberapa hari setelah pelantikannya juga menjadi perhatian warga setempat. Ia tiba sekitar pukul 15.30 WIB untuk berziarah secara sederhana dan pribadi. Kegiatan tersebut tidak berkaitan dengan agenda kedinasan.
Dalam ziarah itu, Suyudi hadir bersama sejumlah pejabat, termasuk Wakil Gubernur Banten Dimyati Natakusumah, mantan Kapolda Banten Irjen Pol Hengki, serta Kapolres Lebak AKBP Arninsi dan jajaran. Seusai berziarah, rombongan melanjutkan perjalanan untuk makan sebelum meninggalkan wilayah Lebak.
Perjalanan ke makam keluarga memperlihatkan hubungan pribadi Suyudi dengan daerah yang juga menjadi salah satu bagian awal pengabdiannya. Dari penugasan di lingkungan Brimob Banten hingga memimpin institusi Polri di tingkat nasional, kisah kariernya menjadi catatan tentang jenjang panjang yang ditempuh seorang perwira dalam menjalankan tugas negara.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Anggota DPRD Banten?
Anggota DPRD Banten is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Anggota DPRD Banten matter?
Anggota DPRD Banten matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

