Ekonomi

Harga Emas Dunia Sepekan Sudah Turun 3,3 Persen

codex-f503c4f9a76543a78e5373743ab293ec

Harga Emas Dunia Melemah 3,3% dalam Sepekan

Tajuknusa.com – Emas dunia mengakhiri pekan dengan tekanan yang cukup kuat setelah sempat memperoleh dukungan pada awal perdagangan. Kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat dan penguatan dolar AS kembali mengurangi minat terhadap logam mulia, yang tidak menawarkan pendapatan bunga kepada pemegangnya.

Di pasar spot, harga emas turun 0,8% ke level US$ 4.145,68 per ons troi. Dalam satu pekan, nilainya telah terkoreksi sekitar 3,3%. Kontrak emas berjangka AS juga melemah 0,7% dan berada di US$ 4.173,50 per ons troi.

Pergerakan tersebut memperlihatkan bahwa pasar masih sangat sensitif terhadap arah kebijakan moneter Amerika Serikat. Ketika yield obligasi naik, instrumen berbunga menjadi lebih menarik dibanding emas. Kondisi serupa terjadi saat dolar menguat karena emas yang diperdagangkan dalam dolar menjadi relatif lebih mahal bagi pembeli dari negara lain.

Yield Obligasi Tekan Daya Tarik Logam Mulia

Dolar AS memang sedikit melemah pada Jumat, tetapi masih menuju penguatan secara mingguan. Pada saat yang sama, yield US Treasury bertenor 10 tahun dan 30 tahun sempat menyentuh posisi tertinggi sejak 2002 pada Kamis.

Lonjakan imbal hasil tersebut menjadi faktor utama yang membebani emas. Bagi investor, perubahan yield kerap menjadi pertimbangan penting karena emas tidak memberikan kupon atau bunga. Saat surat utang menawarkan pengembalian lebih besar, sebagian dana dapat bergeser dari aset aman seperti emas menuju obligasi.

Tekanan juga meluas ke logam mulia lainnya. Perak spot turun 1,1% menjadi US$ 60,17 per ons troi. Platinum kehilangan 1,9% dan diperdagangkan di US$ 1.692 per ons troi, sementara paladium turun 0,4% ke US$ 1.166,25 per ons troi.

Data Tenaga Kerja Sempat Mengangkat Harga

Sebelum kembali melemah, emas sempat naik lebih dari 1% pada awal sesi. Pemicu awalnya adalah perlambatan pertumbuhan lapangan kerja AS pada September yang lebih besar daripada perkiraan pasar.

Data Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan nonfarm payrolls meningkat 29.000 pada September. Angka pertumbuhan Agustus direvisi turun menjadi 133.000. Sebelumnya, para ekonom memperkirakan tambahan 90.000 pekerjaan pada September, setelah data awal Agustus dilaporkan sebesar 162.000.

Data tenaga kerja yang lebih lemah biasanya dapat mendukung harga emas karena membuka ruang bagi bank sentral untuk menahan atau melonggarkan kebijakan suku bunga. Namun, dorongan itu tidak bertahan lama karena pasar tetap menilai Federal Reserve belum sepenuhnya meninggalkan sikap ketat terhadap inflasi.

“Pelaku pasar emas mungkin memilih untuk tidak terlalu terbawa suasana untuk saat ini karena mengetahui bahwa The Fed masih mempertahankan kecenderungan hawkish,” kata Kepala Analis Pasar Bybit Han Tan.

“Dalam beberapa bulan mendatang, sebagian besar pergerakan harga emas akan bergantung pada seberapa besar The Fed bersedia menoleransi potensi pelemahan pasar tenaga kerja, dengan tetap berfokus pada upaya menekan inflasi AS,” lanjutnya.

Ekspektasi Suku Bunga Masih Menentukan

Harga emas telah turun lebih dari 20% sejak perang AS-Israel dengan Iran dimulai pada akhir Februari. Konflik tersebut memunculkan kekhawatiran bahwa tekanan inflasi dapat bertahan lebih lama, sehingga suku bunga tinggi juga berpotensi dipertahankan dalam periode yang lebih panjang.

Meski demikian, data inflasi AS terbaru yang lebih rendah dari proyeksi memberi harapan bahwa tekanan harga mulai mereda. Pandangan itu diperkuat oleh penolakan sedikitnya dua pejabat senior bank sentral AS terhadap tambahan kenaikan suku bunga pada Oktober.

Situasi tersebut membuat investor memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga pada rapat akhir bulan. CME FedWatch Tool menunjukkan peluang kenaikan suku bunga AS bulan ini berada di sekitar 22%, jauh berkurang dari kisaran 70% pada awal pekan.

Bagi pelaku pasar, perubahan ekspektasi tersebut penting karena arah suku bunga dapat menentukan biaya peluang memegang emas. Jika suku bunga diperkirakan tetap tinggi atau kembali naik, harga emas berisiko menghadapi tekanan lanjutan. Sebaliknya, sinyal bahwa kebijakan moneter mulai lebih longgar dapat membantu mendukung permintaan terhadap aset lindung nilai.

“Grafik masih terlihat cukup suram dan (emas) masih bisa bergerak lebih rendah jika siklus suku bunga kembali meningkat,” kata Analis Marex Edward Meir.

Ke depan, pasar emas akan terus mencermati perkembangan inflasi, kondisi pasar kerja, pergerakan dolar, serta yield obligasi AS. Kombinasi faktor-faktor tersebut akan menentukan apakah koreksi mingguan ini berlanjut atau justru membuka ruang bagi pemulihan harga logam mulia.

Frequently Asked Questions

What is Harga Emas Dunia Sepekan Sudah Turun 3?

Harga Emas Dunia Sepekan Sudah Turun 3 is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Harga Emas Dunia Sepekan Sudah Turun 3 matter?

Harga Emas Dunia Sepekan Sudah Turun 3 matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *