Nasional

Lantik Wantimpres, Prabowo Dinilai Perkuat Politik Presidensial

codex-36ebc26517db47579a779b81d810fd0e

Pengisian Wantimpres Dinilai Menegaskan Penguatan Peran Presiden

Tajuknusa.com – Pengisian Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) dipandang sebagai bagian dari konsolidasi politik Presiden Prabowo Subianto. Langkah ini tidak hanya memberi ruang bagi tokoh-tokoh berpengalaman, tetapi juga memperlihatkan penguatan pusat pengambilan keputusan di sekitar presiden.

Direktur Eksekutif Hanta Yudha melihat posisi Wantimpres memiliki nilai penting secara simbolik. Lembaga tersebut dapat menjadi tempat bagi figur senior untuk menyampaikan pandangan, pengalaman, dan masukan bagi kepala negara. Namun, kedudukannya berbeda dengan jabatan di kabinet yang mempunyai kewenangan langsung dalam menjalankan kebijakan pemerintahan.

“Jabatan Wantimpres biasanya diisi oleh figur-figur senior yang memiliki pengalaman politik relatif memadai. Tetapi secara politik kurang strategis karena hanya sebagai penasihat, memberikan masukan-masukan kepada Presiden,” kata Hanta, Jumat (2/10/2026).

Ruang bagi Tokoh Berpengalaman

Keberadaan Wantimpres memberi kanal konsultasi bagi presiden dalam menghadapi beragam isu pemerintahan dan politik. Para anggotanya dapat menawarkan pertimbangan dari pengalaman panjang mereka, tetapi pelaksanaan program dan keputusan strategis tetap berada pada presiden serta jajaran kementerian.

Karena itu, jabatan di dewan penasihat tidak selalu sebanding dengan posisi menteri dalam ukuran kewenangan praktis. Menteri memimpin kementerian, menjalankan program, mengelola koordinasi lintas lembaga, serta terlibat langsung dalam kebijakan eksekutif. Sementara anggota Wantimpres menjalankan fungsi memberi pertimbangan kepada Presiden.

Hanta mencontohkan Profesor Pratikno, yang kini menjadi anggota Wantimpres setelah sebelumnya menduduki jabatan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. Sebelumnya, Pratikno juga pernah menjabat Menteri Sekretaris Negara. Pengalaman panjangnya di pemerintahan menjadi salah satu alasan mengapa posisinya dipandang relevan dalam jajaran penasihat presiden.

“Profesor Pratikno sebelumnya termasuk figur senior. Beliau juga 12 tahun menjadi menteri. Secara simbolik posisinya menjadi lebih terhormat dan tinggi, tetapi dari sisi kewenangan strategis justru tidak lebih strategis dibandingkan jabatan sebagai menteri koordinator atau menteri sekretaris negara yang pernah beliau jabat,” ujarnya.

Politik Akomodasi dan Simbol

Komposisi Wantimpres juga dinilai mengandung dimensi akomodasi politik. Figur senior serta tokoh yang memiliki kedekatan politik dengan Prabowo mendapat tempat dalam lingkaran penasihat. Nama Jusuf Kalla dan sejumlah mantan menteri disebut sebagai bagian dari kelompok tokoh berpengalaman yang memperoleh ruang tersebut.

Dalam pembacaan Hanta, pola ini lebih menonjolkan fungsi penghormatan politik dan penyatuan pengalaman ketimbang pembagian posisi yang menentukan arah teknis pemerintahan sehari-hari. Posisi paling menentukan telah dibentuk melalui susunan kabinet dan struktur eksekutif yang berada di bawah kendali Presiden.

“Ini lebih kuat pada politik akomodatif sekaligus simbolik. Secara strategis, posisi strategis sudah dibereskan dan diselesaikan oleh Presiden Prabowo,” kata Hanta.

Penempatan tokoh senior di Wantimpres dapat dipahami sebagai upaya menjaga komunikasi antara Presiden dengan kalangan yang memiliki rekam jejak panjang dalam pemerintahan maupun politik nasional. Dalam sistem presidensial, masukan dari tokoh-tokoh tersebut dapat memperkaya pertimbangan Presiden, walaupun tidak menggantikan kewenangan kabinet dan institusi pelaksana kebijakan.

Konsolidasi Lingkaran Pemerintahan

Perubahan dalam komposisi Wantimpres menjadi bagian dari rangkaian penataan pemerintahan Prabowo. Hanta mengaitkannya dengan dinamika pengisian kabinet, termasuk masuknya figur-figur yang dipandang dekat secara politik dengan Presiden. Kondisi itu memperlihatkan kecenderungan penguatan loyalitas dan keselarasan arah di lingkungan kekuasaan eksekutif.

Penguatan figur yang memiliki kedekatan dengan Presiden tidak semata berkaitan dengan jabatan, melainkan juga dengan efektivitas koordinasi. Presiden membutuhkan jajaran yang memahami arah kepemimpinan dan dapat menerjemahkan prioritas pemerintah ke dalam kerja politik maupun administrasi. Pada saat yang sama, peran penasihat tetap memiliki batas karena keputusan final berada di tangan Presiden.

“Semakin kuatnya orang-orang Prabowo yang masuk, baik di kabinet maupun sekarang di Wantimpres, berarti memang memperkuat presidensialisme Prabowo,” ujarnya.

Istilah penguatan presidensialisme dalam konteks ini menggambarkan makin terkonsentrasinya gravitasi pemerintahan pada kepemimpinan Presiden. Kabinet menjalankan mandat eksekutif, sedangkan Wantimpres memberi sudut pandang dan pertimbangan tambahan. Dengan susunan tersebut, Presiden memiliki ruang lebih besar untuk memastikan posisi-posisi penting pemerintahan bergerak sejalan dengan agenda kepemimpinannya.

Hanta menilai perubahan itu sekaligus menegaskan orientasi penempatan jabatan strategis pada figur yang dekat dengan Prabowo. Adapun Wantimpres tetap memiliki arti sebagai wadah bagi pengalaman politik para tokoh senior, terutama dalam memberikan masukan ketika Presiden membutuhkan pandangan di luar mekanisme kerja kementerian.

Frequently Asked Questions

What is Lantik Wantimpres Prabowo Dinilai Perkuat Politik?

Lantik Wantimpres Prabowo Dinilai Perkuat Politik is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Lantik Wantimpres Prabowo Dinilai Perkuat Politik matter?

Lantik Wantimpres Prabowo Dinilai Perkuat Politik matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *