Investasi Swasta Jadi Penentu Target Pertumbuhan Ekonomi 6%
Tajuknusa.com – Bank Indonesia memproyeksikan ekonomi Indonesia berpeluang tumbuh hingga 6% pada 2027. Pencapaian batas atas proyeksi tersebut membutuhkan dorongan investasi swasta yang lebih besar, termasuk investasi yang berasal dari Badan Pengelola Investasi Danantara.
Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti menyampaikan proyeksi pertumbuhan ekonomi pada 2027 berada dalam kisaran 5,2% sampai 6%. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi 2026 diperkirakan berada pada rentang 4,9% hingga 5,7%.
“Dari Bank Indonesia kita perkirakan ekonomi Indonesia akan tumbuh di level 4,9% hingga 5,7% untuk tahun 2026, dan 2027 meningkat di level 5,2% hingga 6% di tahun 2027 dengan asumsi tentunya kita berharap kenaikan investasi swasta yang juga termasuk dalam hal ini adalah investasi dari BPI Danantara,” kata Destry dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR RI bersama Dewan Gubernur BI di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (28/9/2026).
Peran Swasta Perlu Lebih Kuat
Destry menekankan bahwa pembentukan modal atau investasi merupakan salah satu sumber penting bagi pertumbuhan ekonomi jangka menengah. Namun, porsi investasi saat ini masih cukup banyak terkait dengan kegiatan yang didorong pemerintah. Kondisi tersebut membuat peningkatan partisipasi sektor usaha swasta menjadi kebutuhan untuk memperluas fondasi pertumbuhan.
Investasi dari perusahaan swasta dapat mendorong perluasan kapasitas produksi, pembangunan fasilitas usaha, pembelian mesin, pengembangan teknologi, serta penciptaan lapangan kerja. Ketika investasi tumbuh secara sehat, efeknya dapat menjalar ke rantai pasok, kebutuhan tenaga kerja, dan aktivitas ekonomi di berbagai daerah.
“Investasi juga, tetapi memang investasi saat ini masih banyak didukung oleh investasi yang government-related,” ujarnya.
Kehadiran BPI Danantara menjadi salah satu unsur yang diperhitungkan dalam harapan peningkatan investasi tersebut. Dalam konteks target pertumbuhan 2027, arus pembiayaan yang mampu memperkuat kegiatan produktif di dalam negeri akan menjadi faktor penting untuk meningkatkan daya dorong ekonomi.
Konsumsi Rumah Tangga Tetap Menjadi Penggerak
Selain investasi, konsumsi rumah tangga masih memegang posisi sentral dalam menopang perekonomian nasional. Belanja masyarakat mencerminkan aktivitas ekonomi sehari-hari, mulai dari kebutuhan pangan, transportasi, pendidikan, perumahan, hingga berbagai layanan. Kekuatan konsumsi ini membantu menjaga perputaran ekonomi ketika sektor lain menghadapi perlambatan.
“Konsumsi rumah tangga masih tetap menjadi salah satukey driverdalam pertumbuhan ekonomi kita,” kata Destry.
Peran konsumsi rumah tangga juga terlihat dalam capaian pertumbuhan ekonomi sepanjang paruh pertama 2026. Ekonomi Indonesia tumbuh 5,29% pada kuartal II 2026. Untuk semester I 2026, pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan berada di sekitar 5,45%.
Kinerja tersebut ditopang oleh konsumsi rumah tangga, investasi, pengeluaran pemerintah, dan pelaksanaan sejumlah program pemerintah. Kombinasi faktor-faktor itu menunjukkan bahwa pertumbuhan tidak hanya bergantung pada satu mesin ekonomi. Meski demikian, peningkatan investasi swasta tetap dibutuhkan agar sumber pertumbuhan menjadi lebih kuat dan berkelanjutan.
Stabilitas Tetap Menjadi Dasar Kebijakan BI
Bank Indonesia akan tetap mengarahkan kebijakan dengan perhatian utama pada stabilitas ekonomi. Stabilitas diperlukan agar dunia usaha dan rumah tangga dapat mengambil keputusan ekonomi dengan lebih terukur, termasuk dalam investasi, produksi, konsumsi, serta pengelolaan pembiayaan.
Kebijakan moneter akan difokuskan untuk menjaga stabilitas. Pada saat yang sama, kebijakan makroprudensial, sistem pembayaran, dan instrumen kebijakan lain akan diarahkan untuk mendukung aktivitas ekonomi. Pendekatan ini mencerminkan upaya menjaga keseimbangan antara kebutuhan pertumbuhan dan ketahanan ekonomi.
Target pertumbuhan hingga 6% pada 2027 bukan hanya bergantung pada angka investasi yang meningkat, tetapi juga pada kualitas investasi tersebut. Investasi yang masuk ke kegiatan produktif berpotensi memperbesar kemampuan ekonomi menghasilkan barang dan jasa, meningkatkan efisiensi, serta memperluas kesempatan kerja.
Bagi masyarakat, pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dapat berarti peluang usaha dan pekerjaan yang lebih luas apabila manfaatnya tersebar ke sektor-sektor produktif. Bagi pelaku usaha, lingkungan ekonomi yang stabil serta dukungan pembiayaan dan sistem pembayaran yang lancar dapat menjadi pertimbangan penting untuk memperbesar ekspansi.
Proyeksi BI menempatkan 2027 sebagai periode dengan peluang penguatan pertumbuhan dibandingkan 2026. Realisasi target tertinggi 6% akan sangat terkait dengan kemampuan meningkatkan kontribusi investasi swasta, menjaga konsumsi rumah tangga, dan mempertahankan stabilitas ekonomi nasional.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is BI Ungkap Syarat Ekonomi RI Bisa?
BI Ungkap Syarat Ekonomi RI Bisa is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does BI Ungkap Syarat Ekonomi RI Bisa matter?
BI Ungkap Syarat Ekonomi RI Bisa matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

