Pencarian di Perairan Krakatau Diperluas, Rombongan Jurnalis Masih Belum Ditemukan
Tajuknusa.com – Upaya menemukan rombongan jurnalis beserta tiga awak kapal yang putus komunikasi ketika melakukan peliputan Gunung Anak Krakatau terus berlangsung di perairan Selat Sunda. Hingga operasi pencarian yang dijalankan Kapal Polisi Sanjaya berakhir pada Sabtu, 12 September 2026, belum ada tanda keberadaan rombongan tersebut.
Kapal Polisi Sanjaya sebelumnya menyelesaikan penyisiran di kawasan Gunung Krakatau dan Pulau Sertung. Perjalanan pencarian memakan waktu sekitar delapan jam dengan lintasan kurang lebih 80 mil, atau setara sekitar 140 kilometer. Area yang dipantau mencakup sejumlah titik yang diperkirakan dilalui rombongan sebelum kontak terputus.
Kapolda Banten Irjen Pol Hengki menyampaikan bahwa hasil pencarian dari operasi tersebut masih belum memberikan petunjuk mengenai lokasi para korban.
Kita memantau sekaligus mencari keberadaan rekan-rekan kita, dan kembali ke sini dengan perjalanan selama 8 jam selepas 80 mil dengan jarak kurang lebih 140 kilometer. Hasil hari ini masih nihil, kita tidak menjumpai keberadaan mereka.
Pernyataan itu disampaikan Hengki setelah operasi pencarian di Dermaga Ciwandan, Banten. Ia menegaskan bahwa pencarian tidak berhenti pada satu lintasan saja. Setiap unsur yang terlibat terus memantau sektor masing-masing untuk memperbesar kemungkinan menemukan titik keberadaan rombongan.
Keluarga Turut Memantau dari Laut
Dalam pelayaran pencarian tersebut, Polda Banten juga melibatkan dua anggota keluarga dari jurnalis yang hilang kontak. Keduanya merupakan keluarga fotografer lepas Donal Husni dan jurnalis iNews Yudistiro. Mereka ikut menyaksikan pemantauan di sekitar Pulau Sertung, termasuk pengamatan visual menggunakan teropong dari kapal.
Kehadiran keluarga memperlihatkan betapa mendesaknya pencarian ini bagi orang-orang terdekat yang menanti kepastian. Namun, operasi di laut tetap dijalankan dengan prosedur keselamatan yang ketat karena kondisi Selat Sunda dapat berubah dan membutuhkan perhatian penuh dari seluruh personel.
Pencarian memasuki tahap yang lebih luas melalui penambahan armada dan sektor operasi. Sebanyak 14 kapal dikerahkan untuk menyisir tujuh sektor. Jumlah itu meningkat dibandingkan pelaksanaan pada hari keempat, ketika 12 kapal ditempatkan pada enam sektor pencarian.
Hari keempat itu cuma 12 kapal dan enam sektor, dan hari ini 14 kapal, tujuh sektor. Nanti kita akan terus update kembali sambil menunggu yang lain kembali dan menyelesaikan pemantauan di wilayah masing-masing.
Penambahan kapal serta wilayah penyisiran menjadi bagian penting dalam pencarian di perairan terbuka. Dengan lebih banyak sektor yang dipantau, tim dapat menjangkau area yang lebih besar sekaligus mengurangi kemungkinan adanya titik yang belum terperiksa.
Operasi SAR Memasuki Hari Kelima
Pada hari kelima operasi, Tim SAR Gabungan turut memperlebar cakupan pencarian lewat jalur laut dan udara di perairan Selat Sunda, khususnya di wilayah Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang. Seluruh unsur SAR dioptimalkan untuk memeriksa area yang telah dibagi sesuai rencana operasi.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, menjelaskan bahwa pembagian sektor dilakukan agar pencarian dapat berjalan lebih terarah. Jalur laut dan udara digunakan secara bersamaan untuk memperkuat pemantauan di kawasan pencarian yang luas.
Memasuki hari kelima, kami kembali memperluas area pencarian dengan membagi wilayah menjadi beberapa sektor, baik melalui jalur laut maupun udara.
Di laut, pencarian mencakup enam sektor yang diberi penanda T, U, Z, W, X, dan Y. Keseluruhan area tersebut memiliki luas sekitar 2.537 mil laut persegi. Sementara itu, penelusuran dari udara dilakukan di Sektor H dengan cakupan kurang lebih 2.063 mil laut persegi.
Pembagian sektor membantu setiap kapal dan unsur udara bekerja pada wilayah yang jelas, sekaligus memudahkan koordinasi ketika ada temuan yang perlu diperiksa lebih lanjut. Dalam operasi pencarian seperti ini, pemantauan visual dari laut tetap diperlukan, sedangkan pengamatan udara memberi jangkauan lebih luas terhadap area perairan.
Keselamatan Tim Tetap Menjadi Perhatian
Al Amrad menekankan bahwa keselamatan personel menjadi prioritas selama operasi berjalan. Dinamika perairan Selat Sunda menjadi salah satu pertimbangan penting dalam penentuan pola pencarian, pergerakan armada, dan pengawasan terhadap anggota tim di lapangan.
Gunung Anak Krakatau dan pulau-pulau di sekitarnya berada di kawasan perairan yang membutuhkan kesiapan navigasi serta koordinasi yang baik. Karena itu, pencarian tidak hanya mengandalkan jumlah kapal dan luas area, tetapi juga ketelitian dalam memantau rute, kondisi lapangan, dan keselamatan seluruh personel yang bertugas.
Hengki menyatakan pemerintah terus mengerahkan personel dan sarana pendukung untuk menemukan rombongan yang hilang kontak. Ia juga mengajak semua pihak untuk memberikan doa agar pencarian segera menghasilkan kepastian.
Kita berusaha sekuat tenaga untuk mencari dengan personel dan sarana-prasarana pendukung yang saya rasa sangat mumpuni. Namun, dibarengi juga tentu doa kita semua supaya segera menemukan titik terang keberadaan rekan-rekan kita.
Hingga akhir operasi pada Sabtu, belum ada informasi mengenai keberadaan rombongan jurnalis dan tiga awak kapal tersebut. Tim gabungan masih melanjutkan pemantauan pada sektor-sektor yang telah ditetapkan, sementara keluarga dan rekan kerja menunggu perkembangan dari operasi pencarian di Selat Sunda.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is 8 Jam Sisir Krakatau Sertung KP Sanjaya?
8 Jam Sisir Krakatau Sertung KP Sanjaya is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does 8 Jam Sisir Krakatau Sertung KP Sanjaya matter?
8 Jam Sisir Krakatau Sertung KP Sanjaya matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

