Kemensos Dorong Pemberdayaan Ekonomi Keluarga di Klungkung
Tajuknusa.com – Kabupaten Klungkung, Bali, dinilai memiliki ruang besar untuk memperkuat kesejahteraan warga melalui pengembangan potensi lokal. Pariwisata, pertanian lahan kering, perikanan, dan budidaya rumput laut menjadi sektor yang dapat dihubungkan dengan program pemberdayaan bagi keluarga kurang mampu.
Peluang tersebut dibicarakan dalam audiensi antara Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono dengan Bupati Klungkung I Made Satria beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Klungkung di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Kamis (10/9/2026). Pertemuan itu juga menyinggung penguatan kesiapsiagaan bencana dan rencana pembangunan Sekolah Rakyat.
Potensi Kepulauan Belum Sepenuhnya Mengangkat Kesejahteraan
Pemkab Klungkung memaparkan kondisi wilayah serta aset ekonomi yang dapat dikembangkan melalui kerja sama dengan pemerintah pusat. Kawasan kepulauan yang terdiri atas Nusa Penida, Nusa Lembongan, dan Nusa Ceningan menjadi bagian penting dari pembahasan karena memiliki daya tarik wisata darat maupun laut.
I Made Satria menyampaikan bahwa perkembangan pariwisata di wilayah tersebut belum seluruhnya berbanding lurus dengan peningkatan kondisi ekonomi masyarakat. Sebagian warga masih menggantungkan penghasilan pada pertanian, termasuk pengelolaan lahan kering dan budidaya rumput laut.
“Kami memiliki potensi, tapi belum tergarap dengan baik,” kata Satria.
Klungkung memiliki sekitar 225 ribu penduduk. Pemerintah daerah ingin agar pertumbuhan sektor-sektor unggulan tidak hanya terlihat dari aktivitas ekonomi kawasan wisata, tetapi juga terasa bagi keluarga yang membutuhkan penguatan usaha di tingkat desa dan rumah tangga.
“Melihat kondisi sosial kami di Kabupaten Klungkung ini cukup membutuhkan perhatian khusus dari pemerintah. Kami ingin menyinergikan program-program yang ada,” ujarnya.
Pengembangan ekonomi warga dipandang penting karena potensi daerah membutuhkan pelaku usaha lokal yang siap memanfaatkannya. Dalam konteks Klungkung, peluang tersebut dapat hadir melalui kegiatan produktif yang sesuai kemampuan masyarakat, ketersediaan sumber daya, serta karakter wilayah kepulauan.
PPSE Disiapkan untuk Keluarga yang Siap Berusaha
Agus Jabo menawarkan Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi atau PPSE sebagai salah satu skema yang dapat diajukan untuk masyarakat Klungkung. Program ini ditujukan kepada keluarga penerima manfaat yang memiliki kesiapan menjalankan atau mengembangkan usaha agar dapat berangsur mandiri.
Arah utama PPSE adalah membantu keluarga mengurangi ketergantungan terhadap bantuan sosial melalui kegiatan ekonomi yang realistis dan produktif. Dukungan usaha dapat dipakai sesuai kebutuhan serta potensi setempat, misalnya untuk peternakan, pemeliharaan ikan, perikanan, atau bentuk usaha lain yang memungkinkan dijalankan keluarga penerima manfaat.
“Yang bisa diusulkan untuk Klungkung itu pertama mungkin PPSE. PPSE itu pemberdayaan. Kita membantu masyarakat untuk keluar dari bansos,” kata Agus Jabo.
Keluarga yang memenuhi persyaratan dapat memperoleh bantuan modal usaha senilai Rp5 juta per keluarga penerima manfaat atau KPM. Besaran tersebut dimaksudkan sebagai dorongan awal bagi warga untuk membangun kegiatan ekonomi yang dapat berkelanjutan.
“Masyarakat memang membutuhkan untuk keberdayaan. Misal ingin berternak, ingin pelihara ikan, gitu. Dukungannya Rp5 juta per keluarga,” ujar Agus Jabo.
Untuk menjalankan program dengan tepat sasaran, Pemkab Klungkung diminta melakukan koordinasi melalui Dinas Sosial bersama Direktorat Jenderal Pemberdayaan Sosial Kemensos dan pendamping Program Keluarga Harapan di lapangan. Pemetaan diperlukan untuk mengenali keluarga yang benar-benar siap mengikuti proses pemberdayaan, termasuk pilihan usaha yang paling sesuai dengan kondisi mereka.
Pendekatan ini menempatkan bantuan sosial bukan hanya sebagai penyangga kebutuhan dasar, melainkan juga sebagai pintu masuk menuju kemandirian ekonomi. Proses tersebut membutuhkan pendampingan karena usaha keluarga perlu disesuaikan dengan kemampuan pengelolaan, pasar, dan kondisi lingkungan tempat tinggal.
Bansos dan Perlindungan Sosial di Klungkung
Sepanjang 2025, penyaluran berbagai bantuan sosial dari Kemensos di Kabupaten Klungkung mencapai Rp48,82 miliar. Bantuan itu diterima oleh 15.745 KPM. Selain program utama bagi keluarga penerima manfaat, dukungan perlindungan sosial juga mencakup bantuan anak yatim piatu, bantuan permakanan, BLTS, serta PBI Jaminan Kesehatan.
Data tersebut menggambarkan pentingnya kesinambungan antara perlindungan sosial dan upaya pemberdayaan. Bantuan dapat menjaga kebutuhan dasar masyarakat, sementara program usaha memberi kesempatan bagi keluarga yang siap meningkatkan kapasitas ekonominya.
Kesiapsiagaan Bencana untuk Wilayah Kepulauan
Audiensi juga mengulas kebutuhan kesiapan menghadapi bencana. Letak Klungkung yang mencakup wilayah kepulauan membuat penguatan kapasitas masyarakat menjadi bagian yang relevan dalam perencanaan perlindungan sosial daerah.
Kemensos menawarkan pembentukan Kampung Siaga Bencana yang dilengkapi lumbung sosial. Fasilitas dan kesiapan komunitas tersebut diharapkan dapat mendukung penanganan awal ketika warga menghadapi situasi darurat.
Sekretaris Daerah Kabupaten Klungkung Anak Agung Gede Lesmana mengingat pengalaman daerahnya saat erupsi Gunung Agung. Klungkung kala itu menjadi salah satu wilayah yang menampung pengungsi dari Kabupaten Karangasem.
“Kalau kami lebih dekat dengan permasalahan erupsi Gunung Agung. Warga dari Kabupaten Karangasem sebagian besar kami yang menampung untuk pengungsian,” kata Lesmana.
Rencana Sekolah Rakyat
Selain program ekonomi dan kebencanaan, pemerintah pusat dan daerah membahas kemungkinan pembangunan Sekolah Rakyat di Klungkung. Agus Jabo berharap kabupaten tersebut dapat memiliki fasilitas pendidikan tersebut.
Pemkab Klungkung menyatakan kesiapan untuk mengupayakan lahan yang diperlukan. Koordinasi mengenai kebutuhan lahan juga telah dilakukan dengan Pemerintah Provinsi Bali.
Pertemuan itu turut dihadiri Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kemensos Supomo, Kepala Pusat Data dan Informasi Kemensos Joko Widiarto, Sekber Sekolah Rakyat Herman Koswara, serta jajaran Tenaga Ahli Menteri. Dari Pemkab Klungkung hadir Sekretaris Daerah Anak Agung Gede Lesmana, Kepala Bappeda I Ketut Arie Gunawan, dan Kepala BPKPD I Nyoman Susanta.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Klungkung Punya Potensi Besar Kemensos Siapkan?
Klungkung Punya Potensi Besar Kemensos Siapkan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Klungkung Punya Potensi Besar Kemensos Siapkan matter?
Klungkung Punya Potensi Besar Kemensos Siapkan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

